Senin, 01 Agustus 2011

Kamu Apa Adanya

Kita harus mencintai seseorang bukan karena harta,tetapi karena kasihnya yg di berikan kepada kita. berikut gue punya cerita tentang seseoarang wanita yang menilai seseorang dengan penampilan.


Hari ini adalah hari yang sepesial soalnya gue di undang dalam acara pentas seni di universitas yang berada di daerah jakarta. Oh ya nama gue Shinta,gue punya seorang cowok seniman,dia jago sekali melukis.
Malam ini aku di dandani sama mamah se cantik mungkin,sampai aku gak bisa berkata apa - apa kalau aku memang cantik. setelah 1 jam berdandan,gak sadar kalau cowo ku john sudah dateng,aku jadi merasa gak enak sama dia yg sudah menunggu ku terlalu lama ckck. Saat aku turun kebawah yang aku lihat dari john adalah penampilannya yang sama saja, terasa aku mau marah, kesel, yang ada di pikiran ku. Gayanya dengan baju kotak - kotak dan celana jeans yang selalu sama beserta sepatu putihnya itu. aku tidak menggerti kenapa dia selalu memakai pakaian yang sama di saat acara sepenting ini. Sejenak john berkata kepada ku " naik motor gpp kan ? "
Lalu aku berkata " iya gpp kok "
Di motor aku hanya terdiam dan tidak berkata apa - apa, sesudah kita sampai di kuliah aku cepat-cepat mencari alasan supaya aku tidak malu terhadap teman - teman ku, karna penampilan cowo ku yg standart abis, betapa kesalmya aku.
Sesudah kita selesai acara aku mengajak john untuk minum dulu karena aku haus tapi, john berkata "ngapain sih minum dulu kan sudah malam "
Tapi aku berkata " ada yg mau aku ngomongin sama kamu"
Dan akhirnya kita pergi untuk minum sebentar
dengan tegasnya aku berkata kepada John " kamu apa-apan sih berpakaian serendah itu,kamu tau gak aku tuh malu !!" tetapi John tidak berkata apa-apa lalu dia mengajak ku untuk pulang.
Sesudah kita pulang, aku dan john sudah tidak pernah bertemu betapa menyesalnya aku telah berkata kepada john seperti itu, aku sangat kangen kepadanya, kata papah kepada ku " tengoklah si john, sudah lama dia tidak kemari "
lalu aku memutuskan untuk pergi kerumah john. saat aku sampai yang aku lihat hanyalah nenek tua yang menyuruh ku masuk ke dlm kamarmya,nenek itu bilang " johnnya sedang keluar paling dia mencari makanan"
Aku masuk ke dalam kamrnya yang kulihat seperti kapal pecah berantakan sekali kamarnya, lalu aku bereskan kamarnya serapih munggkin,kemudian aku melihat surat yang berada di bawah kasur " nak ini papah ada uang 100 ribu,maaf papah tidak bisa memberi lebih, pergunakan uang ini dengan baik ya"
Setelah aku baca,john pun sudah pulang dengan membawa pakaian, celana jean, dan sepatu baru. katanya kepada aku " ini aku membeli pakaian baru semoga kamu suka,maaf ya aku telah membuat kamu malu di depan teman - teman kamu "
Lalu seketika hati ku merasa tersentuh dan menangis lah aku di pelukan john, aku berkata " maaf kan aku john karena aku terlalu egois,aku janji akan menerima kamu apa adanya."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar